Perkembangan awal dan kemunculan Arsitektur Renaissance

Perkembangan awal dan kemunculan Arsitektur Renaissance. Perkembangan gaya arsitektur di Eropa lahir dengan berbagai macam jenis dan modelnya. Sebut saja gaya arsitektur yang muncul saat itu seperti Arsitektur Romawi Yunani, Gotik, Barok, Neo Klasik, Renaissance, dan masih banyak lagi.

Kemunculan gaya arsitektur Renaissance tidak terlepas dari berkembanganya era pencerahan yang muncul pada abad 15 sampai abad 17 di Eropa. Disebut era pencerahan karena memang saat itu masyarakat Eropa mengalami fase dimana terjadi perubahan dari abad pertengahan menuju abad modern.
Perkembangan Arsitektur Renaissance, Sejarah Arsitektur Renaissance, Kemunculan Arsitektur Renaissance dan Perkembangannya, Sejarah dan Perkembangan Arsitektur Renaissace, Sejarah Singkat Arsitektur Renaissance.

Kemunculan Renaissance sendiri didasari oleh kerinduan masyarakat Eropa terhadap budaya-budaya Romawi Yunani, yang didalamnya termasuk seni bangunannya. Arsitektur Renaissance muncul bebarengan dengan arsitektur Gothic dan akan diteruskan dengan gaya arsitektur selanjutnya seperti Baroque.

Gaya Renaissance lebih menekankan pada simetri, proporsi, geometri, dan keteraturan dari bagian-bagian yang ditunjukan dalam arsitektur klasik kuno, khususnya arsitektur Romawi Kuno.

Perkembangan gaya Renaissance dikembangkan pertama kali di Florence oleh seorang yang mempopulerkannya bernama Filipo Brunelleschi. Dari kota kota di Italia, perkembangan arsitektur Renaissance tersebar ke Perancis, Jerman, Inggris, Russia, dan tempat lainnya.

Sejarawan di Italia telah membagi Renaissance di Italia menjadi tiga tahap yaitu : Renaissance (1400 - 1500), High Renaissance (1500 - 1525), dan Mannerisme (1520 - 1600).

Renaissance atau Quattrocento 


Dalam konsep Quattrocento tatanan arsitektur dan aturan dirumuskan, ruang ini sebagai unsur arsitektur diselenggarakan oleh logika proporsional, bentuk dan tunduk irama geometri dan tidak diciptakan melalui intuisi seperti dalam bangunan abad Pertengahan.

High Renaissance 


Pada periode ini, konsep-konsep yang berasal dari zaman klasik dikembangkan dan digunakan dengan jaminan yang lebih besar. Perwakilan arsitek yang paling penting adalah Bramante (1444-1514) yang memperluas penerapan arsitektur klasik untuk bangunan kontemporer.
Perkembangan Arsitektur Renaissance, Sejarah Arsitektur Renaissance, Kemunculan Arsitektur Renaissance dan Perkembangannya, Sejarah dan Perkembangan Arsitektur Renaissace, Sejarah Singkat Arsitektur Renaissance.

Mannerism Perangai


Selama periode Mannerist, arsitek bereksperimen dengan menggunakan formulir arsitektur dan spasial yang menekankan pada hubungan yang solid. Cita-cita Renaissance untuk mencapai keharmonisan memberi jalan untuk irama imajinatif yang lebih bebas dan lebih banyak lagi. Arsitek yang terkenal pada masa ini yaitu Michelangelo (1475-1564).

Ciri-Ciri langgam Renaissance (Watkin, 1996 - Smith, 1987 - Sumintardja, 1978)

  1. Penerapan konsep simetris dan keseimbangan yang kuat pada tampak dan interior.
  2. Penggunaaan bahan bangunan dari batu marmer.
  3. Elemen dekoratif untuk eksterior dan interior pada seluruh bagian bangunan (berupa ukiran, relief, ataupun lukisan).
  4. Dinding ruang dan langit-langit umumnya dilukis (stucco) seputar flora, fauna, manusia, topeng, perahu, dan perisai.
  5. Perpaudan patung dengan detail arsitektur pada interior dan eksterior gedung.
  6. Deretan kolom silindris yang langsing pada fasade (luar), dengan kepala dihiasi elemen bermotif flora.
  7. Penerapan garis horizontal dan elemen busur pada bidang datar.
  8. Atap (limasan maupun datar) dihiasi ornamen seperti (i)Lantern, Louvre, Lucarane, Amortizement, Tympanium, Balustrade, dan Elemen Busur.

0 comments