Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Kediri

Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Kediri. Pada tahun 1117 Masehi di Kerajaan Kediri, memiliki sesosok raja yang baru saja tampil, laki-laki itu bernama Bameswara. Informasi sejarah ini dapat diketahui sejak ditemukannya sebuah prasasti, prasasti tersebut merupakan sebuah bukti dari peradaban ini.

Prasasti yang ditemukan diantaranya adalah Prasasti Padelegan pada tahun 1117 Masehi dan Prasasti Panumbangan pada tahun 1120 Masehi. Dalam prasasti tersebut terdapat sebuah informasi penting mengenai pemberian status perdikan untuk beberapa desa.

Pada tahun 1135 Masehi, di Kerjaan Kediri muncul raja yang sangat terkenal, dia bernama Jayabaya. Pada era Raja Jayabaya, ia meninggalkan peninggalan berupa prasasti yang sangat penting; yaitu Prasasti Hantang/Ngantang (1135 M), Desa Jepun (1144 M), dan Talan (1136 M).
Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Kediri, Raja-Raja Kerajaan Kediri, Masa Keemasan Kerajaan Kediri, Raja Tersukses Kerajaan Kediri, Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri, Candi Peninggalan Kerajaan Kediri, Kitab terkenal Kerjaan Kediri, Kitab Kresnayana, Kitab Smaradahana, Kitab Bharatayuda, Kitab Lubdaka, Raja Terakhir Kerajaan Kediri.
Dari ketiga prasasti yang dibuat di era Raja Jayabaya terdapat satu prasasti yang memuat tulisan Panjalu Jayati, yang artinya panjalu menang. Prasasti ini dibuat untuk mengenang kemenangan Panjalu atas Jenggala. 

Kata Jayabaya sendiri sudah tidak asing lagi bagi kalangan masyarakat Jawa, karena adanya Ramalan atau Jangka Jayabaya. Di masa kepemimpinan Raya Jayabaya, pemerintahan Jayabaya telah digubah Kitab Baratayuda oleh Mpu Sedan dan kemudian dilanjutkan oleh Mpu Panuluh.

Perkembangan Politik, Sosial, dan Ekonomi


Kekacauan dengan Janggala terus berlangsung sampai masa pemerintahan Raja Jayabaya. Kekacauan tersebut baru dapat diredam pada tahun 1135 Masehi dengan Raja Jayabaya sebagai tokoh yang berhasil mengatasi permasalahan tersebut.

Kehidupan rakyat Kerajaan Kediri menjadi sangat teratur dan tertata, rakyat hidup dengan makmur dan tentram. Mata pencaharian rakyat Kerajaan Kediri yaitu pertanian dengan padi sebagai komoditas utama.

Selain itu, pelayaran dan perdagangan juga berkembang dengan ditopang oleh Pasukan Angkatan Laut Kediri yang sangat kuat dan tangguh. Bahkan Armada Laut Kediri mampu menjamin keamanan di perairan Nusantara.
Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Kediri, Raja-Raja Kerajaan Kediri, Masa Keemasan Kerajaan Kediri, Raja Tersukses Kerajaan Kediri, Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri, Candi Peninggalan Kerajaan Kediri, Kitab terkenal Kerjaan Kediri, Kitab Kresnayana, Kitab Smaradahana, Kitab Bharatayuda, Kitab Lubdaka, Raja Terakhir Kerajaan Kediri.
Kerajaan Kediri sudah mengenal pemimpin angkatan laut yang disebut Senopati Sarwajala. Bahkan Kerajaan Sriwijaya pernah mengakui kekuatan dan kebesaran Kerajaan Kediri. Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa Sriwijaya sendiri merupakan salah satu kerajaan di Indonesia yang memiliki armada laut kuat.

Rakyat Kerajaan Kediri memiliki kesadaran membayar pajak yang patut dicontoh, bahkan mereka bersedia membayar pajak dengan tarif yang sudah tinggi di masa itu. Rakyat umumnya membayar dengan menyerahkan barang atau sebagian hasil bumi kepada pemerintah.

Berdasarkan berita Cina dan kitab Ling-wai-tai-ta dijelaskan bahwa kehidupan sehari-hari orang yang tinggal di Kerajaan Kediri adalah memakai kain sampai di bawah lutut, rambut terurai, memiliki rumah yang bersih dan teratur dengan ubin berwarna kuning. 

Sedangkan untuk sang Raja berpakaian dengan sutera, menggunakan sepatu, perhiasan emas, dan rambut yang disanggul dengan ke atas. Dan jika ingin berpergian, seorang Raja menaiki gajah atau kereta yang diikuti oleh 500-700 prajurit.

Karya Sastra yang Terkenal

Kitab Bharatayuda
Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Kediri, Raja-Raja Kerajaan Kediri, Masa Keemasan Kerajaan Kediri, Raja Tersukses Kerajaan Kediri, Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri, Candi Peninggalan Kerajaan Kediri, Kitab terkenal Kerjaan Kediri, Kitab Kresnayana, Kitab Smaradahana, Kitab Bharatayuda, Kitab Lubdaka, Raja Terakhir Kerajaan Kediri.

Kitab ini dibuat pada masa kepemimpinan Raja Jayabaya. Isi dari kitab Bharatayuda yaitu untuk mengenang perang saudara yang terjadi antara Panjalu melawa Jenggala. Perang ini juga digambarkan sebagai perang antara Kurawa dengan Pandawa yang keduanya keturunan dari Barata.

Kitab Kresnayana


Kitab ini ditulis oleh Mpu Triguna yang dibuat pada masa kepemimpinan Raja Jayaswara. Isi dari Kitab Kresnayana yaitu mengenai perkawinan antara Kresna dan Dewi Rukmini.

Kitab Smaradahana
Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Kediri, Raja-Raja Kerajaan Kediri, Masa Keemasan Kerajaan Kediri, Raja Tersukses Kerajaan Kediri, Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri, Candi Peninggalan Kerajaan Kediri, Kitab terkenal Kerjaan Kediri, Kitab Kresnayana, Kitab Smaradahana, Kitab Bharatayuda, Kitab Lubdaka, Raja Terakhir Kerajaan Kediri.

Kitab ini ditulis oleh Mpu Darmaja yang dibuat pada masa kepemimpinan Raja Kameswari. Isi dari Kitab Smaradahana yaitu menceritakan sepasang suami-istri yang bernama Smara dan Rati yang menggoda Dewa Syiwa yang sedang bertapa.

Namun pasangan suami-istri ini terkena kutukan dan kemudian mati terbakar karena kesaktian dari Dewa Syiwa, akan tetapi mereka dihidupkan kembali dan menjelma sebagai Kameswara dan permaisurinya.

Kitab Lubdaka


Kitab ini ditulis oleh Mpu Tanakung yang dibuat pada masa kepemimpinan Raja Kameswara. Isi dari Kitab Lubdaka yaitu menceritakan seorang pemburu bernama Lubdaka. Lubdakan telah banyak membunuh, namun tiba-tiba ia mengadakan pemujaan kepada Syiwa, akhirnya roh yang seharusnya masuk neraka menjadi masuk surga.

The Last King


Raja terakhir dari Kerajaan Kediri yaitu Raya Kertajaya atau Dandang Gendis. Penyebab keruntuhan dari Kerajaan Kediri adalah sifat sombong dan berani melanggar adat yang dilakukan oleh Raja Kertajaya.

Ia bersikap seperti itu ketika kondisi kerajaan sedang terjadi pertentangan antara raja dan para pendeta (kaum brahmana). Hal ini yang memperlemah pemerintahan Kediri. Para brahmana yang terpojok kemudian mencari perlindungan kepada Ken Arok yang merupakan penguasa Tumapel.
Pada tahun 1222 Masehi, Ken Arok yang didukung oleh para brahmana melakukan penyerangan kepada Kerajaan Kediri, sehingga Kediri dapat dikalahkan oleh seorang dari Tumapel bernama Ken Arok.

Referensi :
Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sejarah Indonesia. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016.

0 comments