Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Di Jawa Tengah terdapat sebuah kerajaan baru yang lahir di abad ke-8. Perkiraan letak dari kerajaan ini terbagi atas beberapa pendapat. 

Pertama, ada yang menyebutkan pusat kerajaan di Medang. Kedua, ada yang menyebutkan pusat kerajaan di daerah Poh Pitu, walaupun sampai sekarang letak Poh Pitu belum diketahui dimana keberadaannya.

Namun dari beberapa sumber menerangkan bahwa letak kerajaan ini di kelilingi pegunungan, sungai-sungai. Sementara di sebelah utara terdapat Gn. Merapi, Merbabu, Sumbing, dan Sindoro.
Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Raja-Raja Kerajaan Mataram Kuno, Masa Keemasan Kerajaan Mataram Kuno, Raja Tersukses Kerajaan Mataram Kuno, Prasasti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Raja Airlangga Balaputeradewa Sriwijaya Dinasti Isyana, Kisah Hidup Rakai Pikatan.
Di sebelah barat terdapat wilayah pegunungan Serayu. Di sebelah timur terdapat Gn. Lawu, dan terakhir di sebelah selatan berdekatan langsung dengan Laut Selatan & Pegunungan Seribu.

Selain berbatasan dengan gunung-gunung, Mataram Kuno juga memiliki banyak sekali sungai seperti : Sungai Elo, Progo, Bengawan Solo, Opak, dan Bogowonto. Dari letak sungai dan pegunungan yang ada, diperkirakan letak Poh Pitu kemungkinan di antara Kedu sampai Prambanan.

Sumber Sejarah


Untuk mengetahui sumber keberadaan Mataram Kuno, maka dapat ditemui beberapa prasasti yang sampai saat ini masih dilestarikan untuk menjaga sejarah bangsa dan negara Indonesia. Sumber sejarah yang dapat kita temui misalnya :
  1. Prasasti Canggal
  2. Prasasti Kalasan
  3. Prasasti Klura
  4. Prasasti Kedu / Prasasti Balitung
  5. Prasasti Nalanda
Selain dari prasasti yang ditinggalkan sejak era Mataram Kuno, terdapat sumber lain yang menyebutkan eksistensi Mataram Kuno. Sumber tersebut berasal dari Berita Cina.
Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Raja-Raja Kerajaan Mataram Kuno, Masa Keemasan Kerajaan Mataram Kuno, Raja Tersukses Kerajaan Mataram Kuno, Prasasti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Raja Airlangga Balaputeradewa Sriwijaya Dinasti Isyana, Kisah Hidup Rakai Pikatan.

Perkembangan Pemerintahan


Dahulu kala sebelum Sanjaya berkuasa di Mataram Kuno, terdapat seorang raja yang terlebih dahulu menguasai wilayah Jawa, ia adalah seorang raja bernama Sanna. Raja Sanna kemudian digantikan oleh Raja Sanjaya. Hal ini diterangkan melalui Prasasti Canggal yang berangka 732 M.

Raja Sanjaya menjabat sebagai pemimpin Kerajaan Mataram Kuno dalam rentan waktu 717 M - 780 M. Sanjaya berhasil menaklukan raja-raja kecil bekas bawahan Sanna yang melepaskan diri.

Raja Sanjaya memiliki sifat yang arif, adil dalam memerintah, dan memiliki pengetahuan luas. Hal ini yang membuat rakyat Mataram Kuno sangat hormat kepada rajanya, sehingga keadaan masyarakat menjadi aman dan tenteram.

Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Raja-Raja Kerajaan Mataram Kuno, Masa Keemasan Kerajaan Mataram Kuno, Raja Tersukses Kerajaan Mataram Kuno, Prasasti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Raja Airlangga Balaputeradewa Sriwijaya Dinasti Isyana, Kisah Hidup Rakai Pikatan.
Rakyat sangat hidup makmur, dengan mata pencaharian pertanian yang memiliki komoditi utama berupa padi. Selain kebaikan sifatnya, Raja Sanjaya merupakan raja yang sangat paham dengan kitab-kitab suci, sehingga ia memerintahkan untuk membangun banyak bangunan suci.

Setelah Sanjaya wafat, ia digantikan oleh puteranya bernama Rakai Panangkaran. Di era Rankai Panangkaran ia berhasil mengembangkan agama Buddha. Raja Panangkaran juga disebut dengan nama Syailendra Sri Maharaja Dyah Pancapana Rakai Panangkaran.

Panangkaran dikenal sebagai raja yang gagah dan berani yang berhasil menaklukan musuh-musuhnya, sehingga daerah Mataram Kuno menjadi lebih luas. Di era Panangkaran, Agama Buddha Mahayana berkembang cepat. Ia bahkan meerintahkan untuk membangun bangunan suci seperti :
  • Candi Kalasan
  • Arca Manjusri

Setelah kepemimpinan Panangkaran berakhir, terjadi perpecahan dikeluarga Syailendra. Terdapat anggota keluarga yang memilih memeluk agama Hindu (Syiwa), dan meninggalkan bangunan candi seperti :
  • Candi Dieng
  • Kompleks Candi Gedongsongo
Sementara anggota keluarga lainnya memilih untuk memeluk agama Buddha, dan meninggalkan bangunan candi seperti :
  1. Candi Ngawen
  2. Candi Mendut
  3. Candi Pawon
  4. Candi Borobudur, diperkirakan mulai dibangun pada tahun 824 M oleh Samaratungga dan dilanjutkan oleh Pramudawardani & Pikatan.
Namun, dua pihak keluarga tersebut akhirnya bersatu kembali yang ditandai dengan perkawinan antara Rakai Pikatan (Buddha) dan Pramudawardani (Putri dari Samaratunggu - Hindu). Dinasti Syailendra kembali bersatu dibawah kepemimpinan Raja Rakai Pikatan.
Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Raja-Raja Kerajaan Mataram Kuno, Masa Keemasan Kerajaan Mataram Kuno, Raja Tersukses Kerajaan Mataram Kuno, Prasasti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Raja Airlangga Balaputeradewa Sriwijaya Dinasti Isyana, Kisah Hidup Rakai Pikatan.
Setelah Samaratungga wafat, Balaputradewa (anak dari Samaratungga) bersikap menentang dengan kepemimpinan Rakai Pikatan. Sehingga menimbulkan peperangan di antara kedua belah pihak.

Balaputradewa membangun benteng pertahanan yang letaknya di sebelah selatan Prambanan, saat ini kita kenal dengan Candi Boko. Karena terdesak oleh pasukan Kerajaan Mataram Kuno, Balaputradewa melarikan diri ke wilayah Sumatera dan menjadi raja di Kerajaan Sriwijaya.

Pada tahun 856 M, wilayah Mataram Kuno menjadi semakin luas dan kehidupan agama berkembang sangat pesat. Setelah itu Rakai Pikatan memutuskan untuk turun takhta dan digantikan oleh Kayuwangi / Dyah Lokapala.

Kayuwangi digantikan oleh Dyah Balitung. Di masa kepemimpinan Dyah Balitung, ia berhasil menjadi raja terbesar Kerajaan Mataram Kuno. Ia memerintah antara tahun 898 M - 911 M, memiliki gelar Sri Maharaja Rakai Wafukura Dyah Balitung Sri Dharmadya Mahasambu.

Di masa Balitung, semua sektor seperti ekonomi, pemerintahan, agama, kebudayaan, dan politik berkembang sangat pesat. Di masa kepemimpinan Balitung, bahkan berhasil mendirikan Candi Prambanan yang memiliki relief yang sangat indah.
Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Raja-Raja Kerajaan Mataram Kuno, Masa Keemasan Kerajaan Mataram Kuno, Raja Tersukses Kerajaan Mataram Kuno, Prasasti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Raja Airlangga Balaputeradewa Sriwijaya Dinasti Isyana, Kisah Hidup Rakai Pikatan.
Setelah kepemimpinan Balitung berakhir, raja yang berkuasa adalah Raja Daksa, Tulodong, dan Wawa. Di masa ini Kerajaan Mataram Kuno mulai mengalami masa-masa kemunduran.

Dinasti Isyana


Pertentangan keluarga kerajaan Mataram nampaknya terus berlangsung sampai era kepemimpinan Mpu Sindok (929 Masehi). Karena pertikaian yang terus berlanjut, Mpu Sindok memutuskan memindahkan pusat kerajaan dari Medang ke Daha (Jawa Timur).

Di Jawa Timur, ia berhasil mendirikan Dinasti baru yang dikenal sebagai Dinasti Isyanawangsa. Selain karena pertikaian keluarga, pemindahan pusat kerajaan dilakukan akibat adanya letusan dari Gn. Merapi.

Setelah Mpu Sindok wafat, ia digantikan oleh putrinya bernama Sri Isyanatunggawijaya. Ia kemudian naik takhta, menggantikan ayahnya Mpu Sindok, dan kawin dengan Sri Lokapala.

Dari perkawinan ini, lahir seorang anak laki-laki bernama Makutawangsawardana. Makutawangsawardana naik takhta menggantikan ibunya, takhta kerajaan dilanjutkan oleh Dharmawangsa Tguh yang memeluk agama Hindu Waisya.

Di masa kepemimpinan Dharmawangsa Tguh, ia memerintahkan untuk menerjemahkan kitab Mahabarata kedalam bahasa Jawa Kuno. Setelah itu, ia digantikan oleh Raja Airlangga. Raja Airlangga menjabat sebagai raja saat dirinya berumur 16 tahun.

Hancurnya Kerajaan Dharmawangsa memaksa Airlangga melarikan diri ke hutan. Dan hidup didalam hutan bersama seorang pendeta, ia kemudian dinobatkan oleh pendeta agama Hindu dan Buddha sebagai seorang raja.

Airlangga dinobatkan sebagai raja baru, dan terus mengadakan pemulihan hubungan baik dengan Kerajaan Sriwijaya. Bahkan ketika Sriwijaya diserang oleh Colamandala dari India, ia membantu mengirimkan pasukan bantuan kepada Sriwijaya.
Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Raja-Raja Kerajaan Mataram Kuno, Masa Keemasan Kerajaan Mataram Kuno, Raja Tersukses Kerajaan Mataram Kuno, Prasasti Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Candi Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Raja Airlangga Balaputeradewa Sriwijaya Dinasti Isyana, Kisah Hidup Rakai Pikatan.
Tahun 1037 Masehi, Airlangga berhasil mempersatukan kembali wilayah-wilayah yang sebelumnya pernah dikuasai oleh Dharmawangsa. Ia kemudian memindahkan ibukota kerajaan dari Daha ke Kahuripan.

Airlangga memutuskan untuk turun takhta, melanjutkan hidup sebagai petapa (Resi Gentayu) dan menyerahkan takhta kerajaan kepada putrinya bernama Sangrama Wijaya Tunggadewi. 

Namun putrinya menolak dan memutuskan untuk hidup sebagai petapa dengan nama Ratu Giriputri. Alhasil, Airlangga memerintahkan Mpu Bharada untuk membagi wilayahnya menjadi dua kerajaan, yang keduanya diberikan kepada dua putera Airlangga.

Yaitu Kerajaan Kediri dan Kerajaan Janggala. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi perang saudara di dalam internal kerajaan. Kerajaan Janggala (sebelah timur) diberikan kepada putra sulungnya yang bernama Garasakan (Jayanegara), beribukota di Jiwana (sekarang Kahuripan). 

Kerajaan Kediri (sebelah barat) diberikan kepada putra bungsunya yang bernama Samarawijaya (Jayawarsa), beribukota di Daha (sekarang Kediri). Kerajaan Kediri merupakan kerajaan pertama yang berhasil menerapkan sistem administrasi kewilayahan berjenjang.

Terbagi atas tiga Hierarki kewilayahan; struktur paling bawah dikenal dengan thani (desa), satu tingkat diatasnya yaitu wisaya (sekumpulan desa-desa), dan paling atas dikenal sebagai bhumi

Referensi :
Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sejarah Indonesia. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016.

0 comments