Peristiwa Sumpah Pemuda dan Pengaruhnya untuk Indonesia

Peristiwa Sumpah Pemuda dan Pengaruhnya untuk Indonesia. Sumpah Pemuda merupakan salah satu dari banyak peristiwa penting di Indonesia. Ikrar yang tercantum dalam Sumpah Pemuda mampu meneguhkan semangat untuk mewujudkan cita-cita Bangsa Indonesia.
Peristiwa Sumpah Pemuda dan Pengaruhnya untuk Indonesia, pengaruh sumpah pemuda pada Indonesia, pengaruh sumpah pemuda pada pergerakan nasional, sebutkan pengaruh sumpah pemuda.
Sumpah Pemuda juga menandai sebuah gerakan yang lebih modern, yang mengedepankan diplomasi daripada perang fisik untuk mewujudkan Kemerdekaan Indonesia.

Kemunculan Sumpah Pemuda kemudian menjadi suatu tanda kebangkitan Nasional. Karena pada masa ini tonggak perjuangan akan diteruskan oleh para pemimpin rakyat era modern, sebelumnya perjuangan telah terlebih dahulu diperjuangkan oleh para nenek moyang, dengan perlawanan senjata. 

Tapi kini perjuangan merupakan suatu upaya politik yang mempergunakan cara-cara dan sarana-sarana modern untuk memperoleh kemerdekaan. (Nugroho Notosusanto; 1991:35)

Terdapat pengaruh luar yang melandasi lahirnya gerakan ini, salah satunya adalah kekalahan Bangsa Russia atas perang melawan Jepang yang kemudian memunculkan motivasi kemenangan orang Asia terhadap orang Eropa. (Nugroho Notosusanto; 1991:35)

Hingga puncaknya sebuah momentum penting mengenai penguatan konsep wawasan kebangsaan Indonesia terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda menjadi modal awal terbentuknya suatu konsep negara.

Dengan didasari oleh keinginan bersama untuk bersatu dan mengesampingkan perbedaan daerah, suku, agama, dan sejenisnya serta saling menghormati setiap perbedaan yang ada, sejak tahun 1928 lah Indonesia mampu mengejutkan dunia tentang kemampuan Bangsa Indonesia untuk bersatu menggapai kemajuan. 


Pengenalan Singkat Sumpah Pemuda


Sumpah Pemuda yang terjadi di Jakarta pada tanggal 27-28 Oktober 1928 menguatkan sekaligus mengokohkan keinginan dan cita-cita seluruh Bangsa Indonesia untuk membentuk sebuah negara yang bebas dan merdeka, bernama negara Indonesia.
Dalam catatan sejarah, Sumpah Pemuda merupakan sebuah ikrar yang dibacakan oleh para pemuda yang tergabung dari seluruh wilayah di seluruh pelosok wilayah Indonesia.

Sumpah Pemuda lahir dari semangat pantang menyerah para pemuda yang memperoleh pendidikan setelah politik etis dilaksanakan di Indonesia oleh Pemerintah Belanda. 

Mereka yang berhasil memperoleh pendidikan kemudian menyatukan aspirasi untuk membentuk sebuah organisasi yang bertujuan untuk membentuk Indonesia yang merdeka.

Untuk itu Jong Java sebagai perkumpulan / organisasi pertama terbentuk atas dasar keinginan bersama untuk bersatu. Setelah Jong Java terbentuk banyak dari pemuda daerah lainnya ingin ikut bergabung.

Maka terbentuklah organisasi lain yang sifatnya masih kedaerahan seperti : Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Pemuda Indonesia, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, dan Pemuda Kaum Betawi.

Dengan semakin banyaknya organisasi-organisasi pemuda dari berbagai macam daerah, kemudian pemuda-pemuda Indonesia mulai menginginkan untuk menyatukan semuanya kedalam satu organisasi yang memiliki tujuan yang sama.

Pada tahun 1925 dibentuklah PPPI (Perhimpunan-Pelajar-Pelajar Indonesia) yang kemudian akan berganti nama menjadi Jong Indonesia. Setelah Jong Indonesia terbentuk baru lah mereka berhasil mengadakan kongres, rapat, dan pertemuan penting lainnya.

Sehingga puncaknya pada tanggal 28 Oktober 1928, di Kongres Pemuda II. Atas nama Indonesia, pemuda-pemuda ini mengikrarkan sebuah janji yang sangat monumental, berisi :
  1. Pertama : Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia
  2. Kedua : Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
  3. Ketiga : Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Pengaruh Sumpah Pemuda Bagi Pergerakan Nasional


Persatuan yang tidak lagi memandang kesukuan dan kedaerahan membuat semangat pemuda untuk bersatu atas nama Indonesia kian semakin kuat. Jong Java sebagai organisasi tertua dan terbesar akan segera mengumumkan keputasannya yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat.

Ide kesatuan yang pertama kali muncul adalah dari kalangan Jong Java, yang dikenal sebagai Tri Koro Dharmo. Ide persatuan yang diusulkan oleh para pemuda bahkan sudah ada sejak tahun 1915.

Ide ini kemudian direalisasikan melalui fusi atau gabungan antara organisasi-organisasi pemuda yang ada. Keputusan itu disetujui oleh Jong Java, Jong Sumatra, dan Jong Celebes. 

Tanggal 23 April 1929 atas undangan Jong Java dan wakil-wakil pemuda Indonesia. Pemuda Sumatera dan Jong Java mengadakan rapat pertamanya di gedung IC Kramat 106 Jakarta.

Hasil dari keputusan ini adalah menginginkan dengan segera dibentuk perkumpulan baru yang memiliki tujuan dan tekad yang sama untuk Persatuan Indonesia & Kebangsaan Indonesia. Sehingga dibentuklah Komisi Besar Indonesia Muda untuk merealisasikan keputusan tersebut.

Tanggal 23-29 Desember 1929 Jong java membubarkan diri untuk meleburkan diri ke dalam perkumpulan Indonesia Muda. Keputusan berbunyi sebagai berikut:

Kerapatan Besar mengambil keputusan dengan memperhatikan Statuten perkumpulan Jong Java dahulu bernama Tri Koro Dharmo, ialah:
  1. Pertama : Sedjak dari saat ini perkoempoelan Jong Java daholoe bernama Tri Koro Dharmo, tidak berdiri lagi.
  2. Kedoea  : Sedjak dari saat ini segala tjabang perkoempoelan Jong Java, dahoeloe bernama tri Koro Dharmo, berdiri di bawah “pemandangan” Komisi Besar perkoempoelan Indonesia Moeda dan wadjib bersatoe didalam perkoempoelan ini.
Setelah ditentukannya keputusan tersebut, pada tanggal 31 Desember 1930 di Solo diresmikan pendirian Organisasi Indonesia Muda. Yang pada saat itu memiliki 25 cabang dan 2.400 anggota.

Pada tanggal 1 Januari 1931 Indonesia Muda mulai eksis dan berdiri sebagai representatif dari sebuah cita-cita Sumpah Pemuda. Di seluruh penjuru Indonesia dengan semangat berapi-apinya Indonesia Muda disambut dengan gembira.

Tujuan Indonesia Muda seperti di tetapkan dalam konsep adalah: Memperkuat rasa persatuan di kalangan pelajar-pelajar, membangunkan dan mempertahankan keinsyafan, di antaranya bahwa mereka adalah anak bangsa yang bertanah air satu agar tercapailah Indonesia Raya. (Sagimun;1998:85).

Untuk terus maju dan berjalan agar mencapai tujuan Bangsa Indonesia, Indonesia Muda terus menanamkan kepada seluruh pemuda di Indonesia untuk saling memelihara dan menghargai Persatuan Indonesia. Sehingga upaya ini mampu mempertahankan Persatuan Indonesia hingga tercapainya sebuah Kemerdekaan.

Referensi :
Sudiyo, 1989, Perhimpunan Indonesia Sampai dengan Sumpah Pemuda, Jakarta : Bina Aksara.
Nugroho Notosantoso, 1991, Sejarah Nasioanal Indonesia, Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Nurdinalbugizi.blogspot.com , Sumpah Pemuda dan Pengaruhnya.

0 comments