Sejarah Perkembangan Sosiologi di Inggris dan Italia

Sejarah Perkembangan Sosiologi di Inggris dan Italia. Kekuatan-kekuatan intelektual yang mempengaruhi perkembangan sosiologi muncul di berbagai negara di Eropa Barat, seperti Perancis, Jerman, Inggris, dan Italia. Jika pada artikel sebelumnya kita telah membahas bagaimana Sosiologi dapat berkembang di Perancis dan Jerman, kali ini kita akan membahas Perkembangan Sosiologi di Inggris dan Italia.
Perkembangan Sosiologi di Inggris dan Italia, Sejarah Sosiologi di Inggris dan Italia, Sejarah singkat sosiologi di Inggris dan Italia, Sosiologi di Eropa Barat.

Perkembangan Sosiologi di Inggris


Salah seorang sosiolog Inggris yang terkenal adalah Herbert Spencer (1820-1902). Pokok-pokok pikiran Spencer hampir sama dengan Auguste Comte di Perancis. Keduanya sama-sama besifat konservatif dalam artian mereka mendambakan suatu masyarakat yang harmonis.


Keduanya juga sama-sama mengembangkan teori tentang perubahan masyarakat yang bersifat evolutif. Dipengaruhi oleh teori evolusi Darwin, Spencer berpendapat bahwa dunia berkembang ke arah yang semakin membaik.
Perkembangan Sosiologi di Inggris dan Italia, Sejarah Sosiologi di Inggris dan Italia, Sejarah singkat sosiologi di Inggris dan Italia, Sosiologi di Eropa Barat.

Karena itu dia harus dibiarkan berkembang sendiri sebab campur tangan dari luar malah akan memperburuk situasi. Dengan demikian ia tidak terlalu setuju dengan usaha-usaha reformasi atau revolusi.

Dia berpendapat bahwa institusi-institusi sosial, sama seperti tumbuhan atau hewan, dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara baik. Ia juga yakin bahwa seleksi alamiah terhadap makhluk hidup juga berlaku untuk dunia sosial.


Kekhasan Spencer dalam analisa sosialnya ialah bahwa ia membandingkan masyarakat dengan organisme. Dalam hal ini, ia meminjam konsep dari dunia biologi. Dia sangat tertarik pada struktur masyarakat yang begitu kompleks dan hubungan saling bergantung di antara bagian-bagian dan fungsi dari bagian-bagian itu terhadap satu sama lain dan terhadap sistem itu secara keseluruhan. 

Jadi, dalam analogi antara organisme dan masyarakat, dia menunjukan :

  • Pertama, evolusi sosial selalu terarah kepada situasi sosial yang ideal.
  • Kedua, masyarakat berkembang ke arah diferensiasi struktur untuk memenuhi fungsi-fungsi yang dituntut oleh masyarakat.
  • Ketiga, ia melihat konsekuensi dari evolusi sosial adalah peningkatan pembagian kerja.
  • Keempat, Spencer menyamakan evolusi sosial dengan evolusi dalam biologi, yakni yang kuat bertahan sedangkan yang lemah akan lenyap.
Dalam hubungan pada point keempat, Spencer bisa memahami mengapa dalam sejarah, masyarakat tertentu mampu bertahan sedangkan masyarakat lainnya punah.


Perkembangan Sosiologi di Italia


Perkembangan Sosiologi di Inggris dan Italia, Sejarah Sosiologi di Inggris dan Italia, Sejarah singkat sosiologi di Inggris dan Italia, Sosiologi di Eropa Barat.Pada jaman yang kurang lebih sama di Italia muncul dua pemikir sosial yakni Vilfredo Pareto (1848-1923) dan Gaetano Mosca (1858-1941). Kedua sosiolog ini cukup berpengaruh pada jamannya tetapi dewasa ini karya-karya mereka kurang mendapat tempat dalam pemikiran modern.

Baik Mosca maupun Pareto sama-sama menolak ide-ide Marx dan ide-ide yang berasal dari filsuf-filsuf pencerahan. Kalau filsuf pencerahan menekankan pentingnya rationalist maka Pareto malah menekankan pentingnya faktor-faktor non-ratio seperti insting.


Karena faktor-faktor insting begitu penting dalam hidup manusia maka adalah tidak realistis untuk mengharapkan perubahan sosial dramatis seperti yang dikemukakan oleh Marx.

Teori Pareto tentang perubahan sosial juga berbeda dengan teori Marx. Kalau Marx menekankan pentingnya peran massa untuk menciptakan perubahan sosial, maka Pareto menekankan peran kelompok elit dalam menciptakan perubahan sosial.
Perkembangan Sosiologi di Inggris dan Italia, Sejarah Sosiologi di Inggris dan Italia, Sejarah singkat sosiologi di Inggris dan Italia, Sosiologi di Eropa Barat.
Perubahan sosial bisa terjadi kalau kelompok elit yang menguasai massa mengalami degredasi dan diganti oleh kelompok elit yang baru. Pada bagian lain, Pareto adalah seorang struktural-fungsionalis sejati.

Dia melihat masyarakat sebagai suatu sistem yang berada dalam equilibrium, suatu keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian. Perubahan pada satu bagian akan menyebabkan perubahan pada bagian lain.

Referensi :
Raho, Bernard. Teori Sosiologi Modern. Jakarta : Prestasi Pustakarya, 2007.

0 comments