Sejarah Singkat Peristiwa Sumpah Pemuda

Sejarah Singkat Peristiwa Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda adalah sebuah Ikrar yang dibuat, dibacakan, dan ditunjukan oleh seluruh pemuda di Indonesia. 1928 menjadi tahun yang sangat spesial bagi pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Karena pada tahun tersebut seluruh pemuda yang tergabung dari seluruh wilayah di Indonesia berkumpul untuk bersatu dalam semangat Nasionalisme. Untuk itu sangat penting mengetahui latar belakang sejarah singkat dari peristiwa Sumpa Pemuda. 

Pertumbuhan Organisasi Modern di Indonesia


Sejak diberlakukannya Politik Etis di Indonesia dan sekolah STOVIA. Kaum elit intelektual lahir sebagai sebuah kelompok / organisasi yang mendasari munculnya sebuah gerakan modern yang bersifat Nasionalis. 

Dampaknya di awal abad-20 Pergerakan Nasional pertama muncul yang diawali dari perkumpulan Budi Utomo, 20 Mei 1908. Kemudian disusul dengan organisasi lain seperti : Indische Partji, Sarekat Islam, Perhimpunan Indonesia, dan lain-lain. 

Organisasi-organisasi tersebut pada akhirnya merupakan sebuah organisasi modern dengan kepengurusan lengkap dan tujuan yang jelas yang dituangkan kedalam anggaran dasar rumah tangga. (Sudiyo; 2002:21)

Berikut urutan peristiwa dan organisasi pemuda yang melatarbelakangi Peristiwa Sumpah Pemuda :

Jong Indonesia


Upaya pemuda dalam mewujudkan Kemerdekaan Indonesia ditandai dari perkumpulan Budi Utomo, 20 Mei 1908. Organisasi ini merupakan sebuah perkumpulan yang didirikan oleh pelajar-pelajar STOVIA dibawah pimpinan R. Soetomo. 
Sejarah singkat peristiwa sumpah pemuda, latar belakang sumpah pemuda, jelaskan peristiwa sumpah pemuda.
Kemudian pada tanggal 7 Maret 1915 di STOVIA, muncul organisasi muda yang bersifat kedaerahan bernama "Tri Koro Darmo" yang berarti tiga mulia. Asas-asas dari organisasi ini adalah :
  1. Menimbulkan pertalian antara murid-murid bumi putera pada sekolah-sekolah menengah, dan kursus perguruan menengah (ultgebreid) dan sekolah vak.
  2. Menambahkan pengetahuan umum bagi anggota-anggotanya.
  3. Membangkitkan dan mempertajam perasaan buat segala bahasa dan budaya Indonesia.(Sudiyo;2002:46).

Sebagai permulaan dibentuknya organisasi Tri Koro Darmo, anggota-anggota dipilih dari para pemuda keturunan Jawa dan Madura. Tujuan dari organisasi ini sebenarnya lebih luas yaitu memperkokoh rasa persatuan antara pemuda Jawa, Sunda, Madura, dan Lombok.

Namun semakin banyaknya minat para pemuda lain yang berasal dari pulau di luar Jawa, akhirnya Tri Koro Dharmo membuka kesempatan pemuda-pemuda dari berbagai pulau untuk bergabung kedalam organisasi ini.

Keputusan Tri Koro Darmo memasukkan perhimpunan pemuda Sumatera menjadi anggota akhirnya membuahkan hasil. Tanggal 9 Desember 1917, lahir organisasi pemuda dari Sumatera bernama “Jong Sumateranen Bond”.

Dari pemuda-pemuda yang terhimpun dalam Jong Sumateranen Bond, muncul dua tokoh penting Indonesia yaitu Moh. Hatta dan Moh. Yamin. Keduanya kemudian terpilih sebagai pemimpin dalam organisasi tersebut. (Sudiyo;2002:47)

Banyaknya organisasi pemuda dari luar jawa yang sepemikiran dengan tujuan Tri Koro Darmo dalam menghadapi pemerintah kolonial Belanda. Membuat pemuda kini menyadari kesepakatan dan pengalaman dalam perjuangan adalah kunci dari kemerdekaan. 

Maka tidak lagi berjuang secara fisik, melainkan berjuang secara moral, jadi tidak ada perang fisik, melainkan berjuang melalui semangat persatuan dan kesatuan yang dapat dibina melalui pendidikan. Untuk itu, pemuda harus sekolah untuk meningkatkan wawasan dan kecerdasan.

Dengan berpedoman pada prinsip tersebut, pada tanggal 12 Juni 1918 nama Tri Koro Darmo diubah menjadi "Jong Java". 

Kemudian menyusul pemuda-pemuda dari daerah lain dengan mendirikan organisasi-organisasi seperti  Jong Celebes, Jong Ambon, Jong Bataks Bond, Jong Minahasa, Pemuda Kaum Betawi, Sekar Rukun, Timoresche Jongeren Bond, dan lain-lain.

30 April 1926 - 2 Mei 1926, Kongres Pemuda I digelar tanpa membuahkan hasil. Ini terjadi karena semangat kedaerah yang masih sangat kental dari organisasi-organisasi pemuda tersebut.

Meskipun dari hasil kongres pertama mengalami jalan buntu, organisasi-organisasi pemuda ini tetap memiliki pandangan kedepan yang cukup luas. Pada bulan September 1926, dibentuklah Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), dibawah pimpinan Moh. Abdullah Sigit.

Berkat pemikiran luas yang dianut oleh PPPI, organisasi ini berhasil medirikan wadah pemuda dalam satu organisasi yaitu "Jong Indonesia" yang terbentuk pada tanggal 20 Februari 1927, di Bandung. 

Setelah terbentuk Jong Indonesia di Bandung, pada bulan Desember 1927 organisasi ini kemudian sepakat untuk mengubah namanya menjadi "Pemuda Indonesia".

Wujud dari organisasi modern yang ada di Indonesia adalah sebuah organisasi Nasional yang didalamnya mengesampingkan sifat kedaerahan dan mendasarkan diri pada sifat kebangsaan, dengan kebangsaan menjadi dasar organisasi.

Untuk itu tidak lain dan tidak bukan tujuan utama dari Jong Indonesia adalah memperluas ide kesatuan Nasional Indonesia. Sebagai upaya dan bukti semangat untuk mengenalkan ide kesatuan Nasional Indonesia, Jong Indonesia merealisasikannya melalui rapat, kerja sama antar organisasi pemuda, dan sebagainya.

Jong Indonesia kemudian membuktikan sebagai organisasi yang bersifat Nasional dengan membentuk cabang di daerah Jakarta, Solo, dan Yogyakarta. 

Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI)


Gerakah perhimpunan Indonesia yang secara langsung bergerak di bidang politik memang belum ada sejak Budi Utomo 1908-1926. Tetapi ketika banyak dari mahasiswa di Belanda mulai menyelesaikan pendidikannya, beberapa anggota di Budi Utomo mulai mendapat pengaruh politik.

Pengaruh politik yang terjadi merupakan hasil dari kontak antara P.I (Perhimpunan Indonesia) di Belanda dengan P.I di Indonesia. Melalui majalah "Indonesia Merdeka" yang diam-diam dikirim ke Indonesia, pemikiran tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia perlahan mulai terpengaruh pada tahun 1925.

1925, Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia didirikan. Selang setahun yaitu pada tahun 1926 PPPI secara resmi diakui peresmiannya. Anggota dari PPPI terdiri dari para pelajar sekolah tinggi yang ada di Bandung dan Jakarta.

Pelajar-pelajar tersebut yaitu Wilopo, Moammad Yamin, Sumito, Sigit, Abdul Syukut, Sugondo Djojopuspito, A.K Gani, Samijono, dan lainnya. (Sudiyo; 1989; 113)

Selain itu PPPI juga menampung keanggotaan yang anggotanya terdiri dari perkumpulan pemuda yang sifatnya kedaerahan. Kehidupan Persatuan Nasional pada masa ini menjadi semakin subur, inilah yang akan menjadi benih-benih terjadinya Ikrar Pemuda.

Pelaksanaan Kongres Pemuda II bukan hal yang dapat dikerjakan dengan mudah. Jangan sampai kongres kedua ini masih menghasilkan jalan buntu untuk mewujudkan cita-cita perjuangan Indonesia. 

Untuk itu persiapan yang dilakukan perlu dipersiapkan secara detail dan matang seperti : menentukan pokok persoalan yang dapat menjadi bahan bahasan mengenai bagaimana cara untuk memperoleh bentuk persatuan diantara pemuda-pemuda Indonesia.

Dan bagaimana upaya yang diperlukan untuk meyakinkan rasa kesadaran nasional dan persatuan Nasional dalam mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia. 

Untuk membentuk persatuan di kalangan pemuda maka PPPI kembali mengusulkan agar pemuda bersatu dalam satu perkumpulan yang merupakan bada "Fusi". Usulan ini sebenarnya pernah dilakukan oleh PPPI pada kongres pertama. 

Namun, karena dirasa masih sangat penting untuk membentuk persatuan pemuda, maka usul ini kembali diajukan pada kongres pemuda yang kedua. Meskipun usulan ini sudah diajukan pada kongres pertama tapi usulan ini masih belum mendapat keputusan dari kongres tersebut.

Kebutuhan terbentuknya persatuan sangat mendesak setelah terjadinya peristiwa penangkapan besar-besaran diikuti oleh ditahannya para tokoh pergerakan nasional. Peristiwa Pemberontakan PKI pada bulan November 1926 mengalami kegagalan.

Tanggal 4 Juli 1927, didirikannya Perserikatan Nasional Indonesia (PNI). Atas usaha Ir. Soekarno dan beberapa orang pendiri lainnya maka "Perserikatan" diganti nama menjadi "Partai".

Partai Nasional Indonesia (PNI) menjadi organisasi yang bergerak dalam bidang politik, sebagaimana hasil dari pengaruh P.I di Belanda. PNI terus melakukan segala upaya untuk mencapai Indonesia merdeka. 

Terjadinya peristiwa-peristiwa diatas membuat pembentukan badan "Fusi / Federasi" menjadi dipercepat. Kemudian persiapan menuju Kongres Pemuda II telah siap sejak Juni 1928. Setidaknya menghabiskan waktu selama lima bulan untuk mempersiapkan kongres ini.

Puncaknya tanggal 28 Oktober 1928, Kongres Pemuda II menghasilkan sebuah keputusan yang dibacakan oleh Sugono Djoko Puspito (Ketua Kongres) :
Sejarah singkat peristiwa sumpah pemuda, latar belakang sumpah pemuda, jelaskan peristiwa sumpah pemuda.
Kerapatan pemuda-pemuda Indonesia yang diadakan oleh perkumpulan-perkumpulan pemuda yang berdasarkan kebangsaan dengan namanya: Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Pemuda 

Indonesia, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, Pemuda Kaum Betawi, dan PPPI membuka rapat pada tanggal 27 dan 28 Oktober 1928 di Jakarta. Sesudahnya menimbang segala isi pidato-pidato dan pembicaraan, maka kerapatan mengambil keputusan:
  1. Pertama : Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia
  2. Kedua : Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
  3. Ketiga : Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Setelah dibacakannya putusan ini, maka asas yang terkandung wajib digunakan oleh segala perkumpulan-perkumpulan kebangsaan Indonesia, dengan memperhatikan dasar persatuan yaitu : sejarah, hukum adat, kemauan, pendidikan dan kepaduan. (Sudiyo; 1989; 146)

Putusan ini sejak awal merupakan sebuah "Ikrar Pemuda", tetapi lambat laun penamaan ini kemudian lebih dikenal sebagai "Sumpah Pemuda". (Sudiyo; 1989; 147)

Referensi : 
Nurdinalbugizi.blogspot.com , Sumpah Pemuda dan Pengaruhnya.
Sudiyo, 2002, Pergerakan Nasional Mencapai dan Mempertahankan kemerdekaan, Jakarta : Inti Idayu Pers.
Sudiyo, 1989, Perhimpunan Indonesia Sampai dengan Sumpah Pemuda, Jakarta : Bina Aksara.
Sudiyo, 2002, Pergerakan Nasional Mencapai dan Mempertahankan kemerdekaan, Jakarta : Rineka Cipta.
Wikipedia.com , Sumpah Pemuda.

0 comments