Penjelasan Merkantilisme

Pengertian Merkantilisme. Seketika saya mendengar kata ini, saat itu saya masih berada di Sekolah Menengah Atas, entah apa yang saya lakukan saat itu tapi saya benar-benar tidak mengerti apa yang guru saya jelaskan terkait Merkantilisme.

Untuk itu demi menebus kesalahan saya karena saat itu tidak memperhatikan omongan guru terkait artikel ini, saya ingin menulis sedikit yang semoga dapat dijadikan tempat penyimpanan untuk penjelasan Merkantilisme itu sendiri. Atau mampu memberikan sedikit pengertian terkait Merkantilisme kepada teman-teman saya yaitu pengunjung blog ini.
penjelasan merkantilisme, pengertian merkantilisme, sejarah merkantilisme, istilah merkantilisme, cerita merkantilisme, penemu merkantilisme, arti kata merkantilisme, arti merkantilisme

Pengertian


Merkantilisme adalah sebuah paham yang lahir di Eropa pada abad ke-16 sampai abad ke-18. Intinya yaitu Merkantilisme ini mencangkup semua tujuan bangsa-bangsa di Eropa untuk menambah kekuasaan negara dengan mengorbankan kekuatan nasional saingannya. Di era ini semua negara-negara di Eropa termasuk Inggris, Perancis, Spanyol, Portugal, Belanda, dll saling bersaing untuk menemukan dunia baru yang akan dijadikan koloni nya di masa datang.

Atau secara sederhana Merkantilisme dapat diartikan sebagai cara bagi negara-negara Eropa untuk mengumpulkan kekayaan logam mulia sebanyak-banyaknya sebagai standar untuk mengukur kekayaan yang dimiliki negara tersebut.

Tokoh pertama yang mengenalkan dasar Merkantilisme 


Jean Bodin (1530-1596) adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Perancis yang dapat dikatakan sebagai orang pertama yang secara sistematis memperkenalkan hubungan teori dari uang dengan harga. Jauh sebelum Victor dan Adam Smith menggunakan istilah Merkantilisme, Jean merupakan orang yang terlebih dahulu menjelaskan dasar yang akan berkembang menjadi Merkantilisme nantinya. 

Ia berpendapat, semakin bertambahnya uang yang diperoleh atas hasil dari perdagangan luar negeri dapat menyebabkan kenaikan harga barang yang terdapat di negara pengimpor barang. Ia juga menambahkan kenaikan harga barang dapat disebabkan karena praktik monopoli dan gaya hidup tinggi dari kalangan bangsawan. 

Selain Jean terdapat tokoh lainnya seperti : Thomas Mun (1571-1641), William Petty (1623-1687), Jean Babtis Colbert (1619-1683), dan David Hume (1711-1776).

Latar Belakang


Negara-negara yang mulai merdeka seperti Jerman, Inggris, Perancis, Italia, dan Belanda menginginkan untuk mempertahankan kesejahteraan, kebebasan, dan kedaulatan rakyatnya. Oleh karena itu para pakar ekonomi di zaman ini terus berfikir untuk mencari cara bagaimana mewujudkan tujuan itu semua ? 

Kemudian Mereka mulai memperkenalkan beberapa sistem seperti : menetapkan logam mulia sebagai standar kekayaan, membuka jalur perdagangan luar negeri, dan ekspansi wilayah-wilayah baru untuk menyokong perekonomian negara-negara Eropa.

Hal tersebut yang akan menjadi cikal bakal lahirnya Merkantilisme. Sedangkan untuk penggunaan katanya dimulai dari para ahli ekonomi yang hidup di tahun 1500 sampai 1750, mereka yang hidup di era ini menyebutnya "Merkantilis". Istilah ini untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh seseorang bernama Victor de Riqueti, Marquis de Mirabeau di tahun 1763. Selanjutnya istilah ini dipopulerkan pada tahun 1776 oleh tokoh yang sangat familiar bagi kita di era modern yaitu Adam Smith.

Di era ini kesadaran sebuah negara atas suatu perekonomian yang maju mulai tumbuh, mereka seakan-akan terus mencari cara bagaimana bersaing dan mengungguli negara-negara sekitar dalam hal ekonomi. Sehingga pada era ini muncul sistem Kapitalisme yang menjadi pondasi ekonomi modern.


Kebijakan-kebijakan lain terkait Merkantilisme : dikutip dari Wikipedia.

  1. Menciptakan koloni di luar negeri
  2. Melarang daerah koloni untuk melakukan perdagangan dengan negara-negara lain
  3. Memonopoli pasar dengan port pokok
  4. Melarang ekspor emas dan perak bahkan untuk alat pembayaran
  5. Melarang perdagangan untuk dibawa dalam kapal asing
  6. Subsidi Ekspor
  7. Mempromosikan manufaktur melalui penelitian atau subsidi langsung
  8. Membatasi Upah
  9. Memaksimalkan penggunaan sumber daya dalam negeri
  10. Membatasi konsumsi domestik melalui hambatan non-tarif untuk perdangangan
Sampai disini perjumpaan kita, sampai bertemu di postingan selanjutnya. Semoga informasi yang terdapat pada artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

0 comments