Pengertian dan Penjelasan Imperialisme

Pengertian yang menjelaskan Imperialisme. Masih terkait artikel lainnya disini saya akan menjelaskan sedikit apa itu Imperialisme, penyebab, dan dampaknya kepada dunia modern. Saat ini mungkin sangat sedikit atau bahkan tidak ada negara besar yang menerapkan sistem ini secara utuh dan tradisional. 

Tetapi seiring berjalannya waktu, tentu bentuk-bentuk imperialisme akan berubah dari masa ke masa. Imperialisme kuno sudah tidak lagi relevan dengan dunia modern seperti saat ini. Namun, pada dasarnya sistem imperialisme sampai saat ini terus ada dan berkembang berubah sistem mengikuti kebutuhan si negara-negara besar tersebut. 
Pengertian dan penjelasan imperialisme, apa itu imperialisme, sejarah imperialisme, asal mula imperialisme, arti imperialisme, arti kata imperialisme, kenapa disebut imperialisme
Lalu bagaimana asal usul Imperialisme, dimana awal mula Imperialisme berkembang, siapa tokoh yang mempopulerkannya, negara mana yang menerapkannya, dan berbagai macam pertanyaan lainnya akan dijelaskan melalui artikel kali ini. Langsung saja berikut penjelasan Imperialisme..

Konsep Dasar Imperialisme


Penyebutan Imperialisme mulai diperkenalkan pertama kali di negara Inggris, diakhir abad ke-19. Muncul pertama kali dengan dipopulerkan oleh Benjamin Disraeli seorang Perdana Menteri Inggris, sistem ini kemudian mulai diterapkan kedalam sistem politik. Dengan tujuan untuk ekspansi kekuasaan dan wilayah Inggris di seluruh dunia. Sistem yang diperkenalkan oleh Disraeli terkait dengan imperialisme kemudian dikenal sebagai "Politik Disraeli".

Pada masanya terdapat dua kubu yang saling mendukung dan saling menolak sistem politik ini. Pihak yang menentang takut bahwa kebijakan Disraeli untuk ekspansi wilayah Inggris akan menimbulkan krisis-krisis internasional, mereka menginginkan untuk tetap fokus dalam membangun seluruh fasilitas dan infrastuktur dalam negeri ketimbang harus mencampuri urusan-urusan luar negeri.  

Sedangkan bagi pihak yang mendukung sistem ini, mereka berpendapat bahwa kebijakan Disraeli sangat diperlukan untuk memperluas wilayah suatu negara sehingga negara mampu mengembangkan sektor pemerintahan ; perdagangan; dan perekonomian dengan negara yang didudukinya untuk menyokong negara utamanya yaitu Inggris. 

Dalam perkembangannya kata Empire dicirikan kepada orang-orang yang mendukung kebijakan Disraeli. Mereka disebut Empire untuk pertama kalinya oleh golongan-golongan yang menolak Disraeli. Seiring berjalannya waktu kata Empire berkembang menjadi Imperialisme yang berarti "memerintah". 

Di tahun 1830-an, terdapat seorang penulis asal Inggris yang menerangkan tujuan-tujuan dari konsep imperialisme. Yang intinya : orang Inggris menganggap bahwa merekalah yang paling berkuasa di dunia karena berhasil menguasai beberapa wilayah di Asia dan Afrika. Mereka juga menganggap penjajahan yang dilakukan atas negara-negara tertinggal untuk kepentingan negara tersebut dalam kemajuan dan kemakmuran negara-negara tertinggal.

Pembagian Imperialisme


Tujuan dari sebuah Imperialisme adalah untuk memaksa dan melakukan perluasan kekuasaan suatu negara melalui pencaplokan yang dicapai dengan melakukan penaklukan terhadap wilayah lain (Allan Bullock, 1986 : 409). 

Untuk membedakan antara Imperialisme dan Kolonialisme sebagai berikut : jika Imperialisme merupakan istilah politik yang dijalankan oleh suatu imperium (gabungan dari negara-negara jajahan), tapi Kolonialisme merupakan istilah politik yang dijalankan oleh suatu koloni (sebagian negara jajahan, tidak meliputi semua negara jajahan). 

Sedangkan dalam perkembangannya Imperialisme dapat dibagi menjadi dua, yaitu kuno dan modern. Yang menjadi pembeda diantara keduanya adalah tujuannya, jika pada Imperialisme kuno memiliki tujuan diantaranya : Gold, Glory, Gospel. Pada Imperialisme modern lebih terfokus untuk mengambil SDA suatu negara kemudian diolah untuk diperdagangkan kembali, ini diakibatkan karena Imperialisme modern lahir setelah adanya Revolusi Industri di Inggris.

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai Imperialisme Kuno dan Imperialisme Modern.

Imperialisme Kuno, seperti yang telah disebutkan sebelumnya Imperialisme jenis ini memiliki tiga tujuan diantaranya : Gold, yaitu negara penjajah berhak menguasai kekuasaan dan kekayaan alam yang dimiliki oleh negara-negara terjajah, hal ini dimanfaatkan oleh negara-negara barat untuk meningkatkan standar hidup negara mereka melalui perdagangan dengan negara-negara barat lainnya. 

Glory, negara-negara barat menginginkan adanya perluasan wilayah kekuasaan negara mereka dengan cara menjajah negara-negara tertinggal. Dan Gospel, menyebarkan ajaran keagamaan yang dibawa dari negara penjajah kemudian diajarkan kepada negara terjajah.

Imperialisme Modern, Revolusi Industri yang terjadi sekitar tahun 1760-1830 membuat konsep Imperialisme berubah bentuk menjadi lebih modern. Munculnya Imperialisme Modern diakibatkan oleh kelebihan produksi yang dilakukan oleh bangsa Eropa sehingga mereka membutuhkan daerah baru untuk memperluas pasar dalam menjualkan produk mereka.
Pengertian dan penjelasan imperialisme, apa itu imperialisme, sejarah imperialisme, asal mula imperialisme, arti imperialisme, arti kata imperialisme, kenapa disebut imperialisme
Sejak tahun 1870-an, negara-negara di Eropa berlomba untuk memperoleh wilayah jajahan baru seperti Asia dan Afrika, yang bertujuan sebagai pemasok bahan baku dan sebagai daerah target pemasaran untuk menjual hasil industri negara-negara Eropa.

Macam-macam Imperialisme, dikutip dari Wikipedia


  1. Imperialisme politik. Si imperialis hendak mengusai segala-galanya dari suatu negara lain. Negara yang direbutnya itu merupakan jajahan dalam arti yang sesungguhnya. Bentuk imperialisme politik ini tidak umum ditemui pada zaman modern karena pada zaman modern paham nasionalisme sudah berkembang. Imperialisme politik ini biasanya bersembunyi dalam bentuk protectorate dan mandate.
  2. Imperialisme Ekonomi. Si imperialis hendak menguasai hanya ekonominya saja dari suatu negara lain. Jika sesuatu negara tidak mungkin dapat dikuasai dengan jalan imperialisme politik, maka negara itu masih dapat dikuasai juga jika ekonomi negara itu dapat dikuasai si imperialis. Imperialisme ekonomi inilah yang sekarang sangat disukai oleh negara-negara imperialis untuk menggantikan imperialisme politik.
  3. Imperialisme Kebudayaan. Si imperialis hendak menguasai jiwa (de geest, the mind) dari suatu negara lain. Dalam kebudayaan terletak jiwa dari suatu bangsa. Jika kebudayaannya dapat diubah, berubahlah jiwa dari bangsa itu. Si imperialis hendak melenyapkan kebudayaan dari suatu bangsa dan menggantikannya dengan kebudayaan si imperialis, hingga jiwa bangsa jajahan itu menjadi sama atau menjadi satu dengan jiwa si penjajah. Menguasai jiwa suatu bangsa berarti mengusai segala-galanya dari bangsa itu. Imperialisme kebudayaan ini adalah imperialisme yang sangat berbahaya, karena masuknya gampang, tidak terasa oleh yang akan dijajah dan jika berhasil sukar sekali bangsa yang dijajah dapat membebaskan diri kembali, bahkan mungkin tidak sanggup lagi membebaskan diri.
  4. Imperialisme Militer (Military Imperialism). Si imperialis hendak menguasai kedudukan militer dari suatu negara. Ini dijalankan untuk menjamin keselamatan si imperialis untuk kepentingan agresif atau ekonomi. Tidak perlu seluruh negara diduduki sebagai jajahan, cukup jika tempat-tempat yang strategis dari suatu negara berarti menguasai pula seluruh negara dengan ancaman militer.

Dampak dari Imperialisme


Bidang Politik : Sistem Imperialisme telah menciptakan sebuah tanah jajahan yang baru, Secara tidak langusung sistem Imperialisme bertujuan untuk memaksa dan memeras negara jajahannya, Munculnya gerakan politik di daerah jajahan untuk melepaskan diri, Imperialisme berkepanjangan akan memunculkan rasa Nasionalisme pada penduduk-penduduk asli negara terjajah.

Bidang Ekonomi : Negara penjajah semakin maju sedangkan negara terjajah semakin tertinggal, Perkembangan pesat di sektor industri bagi negara penjajah, Meluasnya persaingan dagang yang meliputi pasar dunia, Memudarnya kekuatan ekonomi di negara terjajah akibat sumber dayanya yang dieksploitasi.

Bidang Sosial : Timbul ketimpangan sosial antara si kaya (Negara penjajah) dan si miskin (Negara terjajah), Terhapusnya hak-hak yang dimiliki oleh penduduk asli di negara terjajah, Menurunya tingkat kesejahteraan bagi negara terjajah. 

Usai sudah ulasan artikel kali ini yang membahas Pengertian dan Penjelasan Imperialisme, semoga dapat memberikan informasi yang khususnya berguna bagi saya pribadi dan pembaca sekalian. Terima kasih !

0 comments