Dampak dari Perang Dunia 1

Dampak Perang Dunia 1. Perang Dunia 1 memang telah usai hampir 1 abad yang lalu, bahkan di tahun 2018 merupakan tahun yang bersejarah bagi dunia. Karena ditahun ini pula 100 tahun yang lalu telah terjadi perang besar yang mencangkup sebagian wilayah di bumi ini.

Untuk itu sebagai pengingat,  kita generasi muda hendaknya sedikit mengetahui tentang dampak dari Perang Dunia 1 ini. Langsung saja berikut akan kita bahas secara singkat bagaimana dampak dari Perang Dunia 1 terhadap dunia internasional.

Membahas dampak dari sebuah perang besar, pasti akan berdampak pada semua aspek kehidupan yang ada. Seperti Bidang Politik, Bidang Ekonomi, Bidang Sosial. Berikut akan kita jabarkan pengaruh Perang Dunia 1 terhadap bidang-bidang tersebut :
Dampak dari Perang Dunia 1, apa saja dampak Perang Dunia 1, Sebutkan Dampak Perang Dunia 1

Bidang Politik


Runtuhnya Kekaisaran Besar Eropa


Perang Dunia 1 memang sangat banyak memikat keikutsertaan negara-negara besar yang ada di Eropa. Hal ini bisa kita lihat dari aliansi yang terbentuk dan luas kekuasaan wilayah yang dimiliki oleh negara-negara peserta Perang Dunia 1.

Sebagai contoh Triple Entente saja memiliki 4 negara besar yang bergabung diantaranya : Inggris, Russia, Perancis dan Amerika Serikat menyusul diakhir. Sedangkan Triple Alliance memiliki 3 negara besar lainnya yaitu : Prussia (Jerman), Turki, dan Austria-Hongaria. 

Namun tidak semua kekaisaran tersebut tetap utuh setelah perang usai, sebut saja pihak yang kalah seperti Jerman, Turki, dan Austria-Hongaria. Mereka harus merelakan runtuhnya kekaisaran yang telah berdiri sejak lama. 

Setelah runtuhnya anggota dari Triple Alliance, di Jerman akan berkembang paham Nasional Sosialis, di Turki akan berkembang paham Nasionalisme. 

Tidak hanyak pihak yang kalah yang mengalami keruntuhan, Russia dibawah Raja Tsar Nicholas II mengalami nasib yang sama, yaitu kerajaannya harus runtuh setelah Lenin mengangkat tinjunya ke udara untuk membawa negara ini berubah haluan ke paham Komunis.

Muncul Negara-negara Baru


Wilayah luas yang dimiliki oleh negara-negara besar yang runtuh akan mengalami ketidakstabilan politik. Hasilnya beberapa negara baru dengan bekas wilayah dari negara yang runtuh kini berhasil melepaskan dan memerdekakan diri dari negaranya.

Negara baru yang muncul diantaranya adalah Rumania, Polandia, Estonia, Lithuania, Latvia, Kroasia, Ceko, Hongaria, Yugoslavia, Iran, Suriah, Irak, Arab Saudi dan Mesir.

Terbentuknya Liga Bangsa-Bangsa (1919)


Setelah Perang Dunia 1 usai, terdapat kesadaran dari negara-negara di Eropa betapa pentingnya menjaga perdamaian demi menciptakan kehidupan yang aman dan nyaman. Namun, tak selalu itikad baik dari negara pemenang akan berakhir dengan niatan yang baik pula.

Tujuan lain dari didirikannya organisasi ini adalah untuk menunjukan betapa kuasanya negara pemenang terhadap negara yang kalah akibat Perang Dunia 1. Bahkan perjanjian terkait ganti rugi akibat perang semuanya dibebankan penuh kepada negara yang kalah perang.

Liga Bangsa-bangsa adalah organisasi yang diprakarsai oleh Presiden Amerika Serikat, Wodrow  Wilson. Namun sayang LBB tidak mampu bertahan lama karena tidak dapat menciptakan suasana kondusif antar negara dan akan berakibat pada meletusnya Perang Dunia 2.


Bidang Ekonomi


Kehancuran Sarana Fisik dan Non-fisik


Bagaimana tidak sebuah perang besar tidak mengakibatkan kerusakan yang parah pula, hal ini tentu sudah wajar terjadi jika negara-negara saling bergabung dan saling membentuk aliansi untuk mengalahkan satu sama lain.

Perang yang terjadi selama 4 tahun ini memang sudah banyak membawa kesengsaraan bagi rakyat Eropa. Seluruh pusat perekonomian yang menyokong negaranya masing-masing dihancurkan oleh musuh. Akibatnya berbagai macam sarana dan prasarana tidak dapat dimanfaatkan secara normal.

Kehancuran Pusat Industri dan Pertanian


Perang berdampak pada sulitnya rakyat Eropa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini diperparah dengan kehancuran Industri dan Pertanian yang dijadikan sebagai pasokan utama rakyat Eropa untuk bertahan hidup.

Dengan hancurnya kedua aspek penting tersebut, sudah pasti banyak masyarakat di Eropa mengalami kelaparan dan meningkatnya angka kematian. Negara di Eropa mengalami kesulitan karena untuk saat itu hanya Amerika Serikat yang mampu menyokong kehidupan mereka.

Krisis Malaise (1929)


Bantuan Amerika Serikat tidak seutuhnya membawa manfaat bagi negara-negara di Eropa. Amerika Serikat terus mengirimkan bantuannya akan tetapi mereka mengalami kemunduran di sektor perkonomian. 

Bagaimana tidak, mereka terus memproduksi barang atau menyuplai bantuan untuk kebutuhan Eropa. Selagi mereka memproduksi barang-barang tersebut, negara-negara yang biasanya dijadikan tujuan ekspor kini sedang mengalami kesulitan. 

Alhasil, mereka tidak mengalami keuntungan dari kegiatan ini, hal ini yang akan berdampak pada lesunya perekonomian dunia yang dikenal sebagai "Krisis Malaise"


Hutang Negara Meningkat


Setelah Perang Dunia 1 usai banyak dari negara-negara di Eropa berusaha untuk mendapatkan dana pinjaman agar mereka dapat membangun kembali fasilitas yang telah rusak. Entah kepada siapa mereka meminjam dana untuk pembangunan setelah Perang Dunia 1.

Tapi yang jelas pinjaman ini akan meningkatkan hutang-hutang yang dipunyai negara-negara di Eropa. Hasilnya, untuk beberapa tahun kedepan mereka harus memulai untuk mengembalikan hutang yang ada. Jelas sebuah kesulitan yang bertubi-tubi setelah harus menormalkan kembali kondisi perekonomian negara, mereka juga harus membayar kewajiban hutangnya.


Bidang Sosial


Menurunnya Populasi Penduduk di Eropa


4 tahun terjadi Perang berdampak pada meningkatnya angka kematian yang dialami negara-negara di Eropa. Mereka harus merelakan orang-orang dengan umur produktif untuk berperang digaris depan dan kembali dengan hanya membawa nama.

Tentu ini menjadi dampak yang paling parah yang dialami dari Perang Dunia 1. Belum lagi biaya yang dikeluarkan untuk merawat korban luka dan luka cacat fisik yang dialami oleh korban perang. 


Meningkatnya Peran Wanita


Saat jumlah pria menurun drastis akibat Perang, tinggal tersisa para wanita yang harus berperan ganda dalam menjaga keberlangsungan keluargnya. Masa-masa ini adalah masa yang sangat sulit bagi seluruh wanita dimanapun di dunia ini.

Mereka harus menghidupi anak-anaknya disaat perekonomian negaranya sedang lesu. Generasi muda yang gugur dalam perang, posisinya akan digantikan oleh wanita-wanita hebat ini.

Upaya Peningkatan Produktivitas Industri


Hal ini tentu sangat diperlukan ketika negara sedang tidak dalam kondisi yang prima. Mendorong peningkatan produktivitas industri adalah jalan satu-satunya agar masyarakat Eropa terlepas dari kesulitan yang dihadapinya.

Dengan tercapainya target produksi akan mempercepat pembangunaan yang dilakukan pasca-perang. Sehingga diharapkan kondisi ekonomi negara mampu kembali ketahap normal dan dengan cepat mampu menyelesaikan pekerjaan lain seusai Perang Dunia 1.


Meningkatnya Angka Pengangguran


Pusat Industri dan Pertanian yang rusak tentu mendorong meningkatnya angka pengangguran di wilayah Eropa. Mereka seakan-akan bingung untuk melakukan hal apa, karena mata pencaharian mereka mayoritas hancur akibat perang.


Dengan demikian setiap orang dengan kelas sosial yang berbeda-beda kini melebur menjadi satu untuk membangun kembali negara mereka. Mulai dari kelas bawah hingga kelas atas mereka semua mengalami ketiadaan mata pencaharian, pada akhirnya mereka juga yang harus membentuk mata pencahariannya sendiri. 

0 comments