Tradisi Bunuh Diri Prajurit Jepang pada Perang Dunia 2

Tradisi Bunuh Diri Prajurit Jepang pada Perang Dunia 2. Jepang merupakan salah satu negara dari banyak negara yang ikut serta dalam perang dunia kedua. Jepang sendiri adalah sebuah negara berbentuk pulau yang terletak di kawasan Asia Timur dengan sejarah yang sangat panjang dan berkontribusi dalam perkembangan dunia saat ini. 

Jepang memiliki sebuah Kekaisaran yang telah lama berdiri yang didalamnya mencangkup rakyat Jepang yang terkenal dengan disiplin tinggi terhadap aturan dan sangat patuh terhadap kekaisarannya. 
Bunuh diri tentara Jepang, Perang Dunia 2, Bunuh diri jepang perang dunia 2, alasan tentara jepang bunuh diri, mengapa tentara jepang bunuh diri, kamikaze bunuh diri alasan, orang jepang bunuh diri.
Berbicara mengenai Kekaisaran Jepang sangat erat kaitannya dengan prajurit Samurai yang dikenal pengabdiannya yang sangat setia kepada Kekaisaran Jepang. Bahkan selama masa perang dunia 2, tradisi dari pasukan elit Samurai tetap dipegang teguh oleh para tentara yang berperang atas nama kekaisaran Jepang. Salah satunya adalah tradisi untuk berjuang hingga titik darah penghabisan demi Kekaisaran Jepang. 

Sebagai upaya menjaga kehormatan Kekaisaran Jepang semasa perang dunia 2, mereka lebih memilih bunuh diri daripada menyerah kepada pihak sekutu. Hal ini dilakukan mengingat jalan hidup Bushido para Samurai yang lebih memilih untuk mati (ditangan sendiri) untuk menjaga kehormatannya daripada ditaklukan oleh musuh. Budaya ini dikenal sebagai Seppuku / Harakiri. 

Seppuku


Seppuku di era samurai dapat dilakukan atas perintah Shogun untuk prajurit samurai yang melanggar aturan dan berbuat hal yang memalukan. Seppuku merupakan bentuk dedikasi ketika seorang prajurit gagal dalam menyelesaikan suatu tugas yang dibebankan kepadanya. 

Dalam praktiknya seppuku dilakukan dengan cara menusukkan pisau ke perut, kemudian digerakkan dari arah kiri ke kanan sehingga menyayat seluruh isi perut. Diikuti oleh kaishakunin yang ditugaskan untuk memenggal kepada prajurit samurai yang meninggalkan beberapa daging yang menempel dengan kepala, sehingga menyerupai dan membentuk tubuh samurai yang sedang memeluk kepala. 
Bunuh diri tentara Jepang, Perang Dunia 2, Bunuh diri jepang perang dunia 2, alasan tentara jepang bunuh diri, mengapa tentara jepang bunuh diri, kamikaze bunuh diri alasan, orang jepang bunuh diri.
Source : scholarblogs.emory.edu

Harakiri


Harakiri dapat disebut juga istilah lain dari Seppuku yang penggunaannya dianggap memiliki makna yang lebih kasar oleh rakyat Jepang. Sehingga di Jepang Seppuku lebih populer dibandingkan dengan Harakiri, karena memiliki makna yang lebih halus dan lebih menggambarkan kehormatan seorang prajurit Samurai yang meninggal. 

Sementara di dunia internasional istilah harakiri lebih familiar dan dikenal luas oleh mancanegara. Sehingga penggunaan harakiri lebih dikenal daripada istilah seppuku, harakiri juga menjadi istilah yang sangat identik dengan kebudayaan bangsa Jepang yang kepopulerannya banyak diketahui oleh masyarakat dunia. 

Selama perang dunia 2, dua budaya ini terus dipegang teguh oleh tentara Jepang. Bahkan ketika tahun-tahun terkahir perang dunia 2 bergejolak, pasukan udara Jepang yang dikenal sebagai Kamikaze mampu melakukan upaya bunuh diri dengan menabrakkan pesawatnya ke kapal-kapal perang Amerika Serikat di Asia Pasifik khususnya ketika mereka sudah kehabisan peluru.
Bunuh diri tentara Jepang, Perang Dunia 2, Bunuh diri jepang perang dunia 2, alasan tentara jepang bunuh diri, mengapa tentara jepang bunuh diri, kamikaze bunuh diri alasan, orang jepang bunuh diri.
Pilot Pesawat Jepang (Kamikaze)
Source : bbc.com
Tradisi Seppuku atau Harakiri terus dilaksanakan di bulan-bulan terakhir perang dunia 2, seluruh tentara baik perwira kecil, menengah, dan tinggi mereka semua menjalankan tradisi ini demi mempertahankan nama baik Kekaisaran Jepang. 

Hal ini didukung oleh tradisi lama sejak Restorasi Meiji di Jepang dimana orang yang meninggal untuk Kekaisaran Jepang akan dicatat dan dikenang di dalam sebuah kuil bernama Kuil Yasukuni (kuil bangsa damai).

Kuil Yasukuni

Bunuh diri tentara Jepang, Perang Dunia 2, Bunuh diri jepang perang dunia 2, alasan tentara jepang bunuh diri, mengapa tentara jepang bunuh diri, kamikaze bunuh diri alasan, orang jepang bunuh diri.
Source : republica.co.id
Kuil Yasukuni adalah sebuah kuil Shinto yang terletak di Chiyoda, Tokyo yang dibangun atas perintah Kaisar Meiji. Di dalam kuil ini tercatat nama-nama, tempat lahir, dan tempat kematian dari 2.466.532 yang terdiri dari pria, wanita, dan anak-anak. Orang yang namanya tertulis di kuil ini mulai dari orang-orang yang meninggal dunia mulai dari Perang Boshin (1867) sampai Perang Dunia 2 (1939-1945). 

Tujuan didirikannya kuil ini adalah mencatat nama-nama orang yang berdinas kepada Kekaisaran Jepang, tidak hanya masyarakat Jepang kuil ini juga mencatat siapa saja yang meninggal dalam berperang melawan Kekaisaran Jepang dan siapa saja yang meninggal dalam perang. Termasuk prajurit yang mewakili kekuatan militer asing seperti Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Korea, dan Asia Tenggara. 

Untuk tentara Jepang yang berdinas saat perang dunia 2, syarat mereka agar memiliki tempat dan namanya dicatat pada kuil ini yaitu dengan mati untuk Kekaisaran Jepang. 

Namun setelah perang dunia 2 usai, terdapat kontroversi yang diantaranya berpendapat bahwa jika mereka (seluruh korban PD2) menjadikan kuil ini sebagai tempat persemayaman arwah mereka, ini berarti kuil ini memuat penjahat perang yang dicap seusai perang dunia 2. 

Tetapi hal ini yang kemudian ditepis oleh pemilik kuil yang merasa tidak ada alasan untuk tidak memasukkan orang-orang yang dihukum karena kejahatan mereka. Pendukung kuil Yasukuni berpendapat bahwa menolak memasukkan arwah penjahat perang ke dalam kuil ini sama saja tidak mengakui jasa dan masa dinas mereka untuk Kekaisaran Jepang, sekaligus mengingkari keberadaan mereka dan mengingkari kejahatan atas nama Kaisar Jepang. 

Seperti itu sedikit gambaran yang menjelaskan alasan para tentara Jepang lebih memilih untuk bunuh diri saat perang dunia 2 terjadi. Semoga hal ini mampu memperingatkan kita untuk terus mencintai tanah air, negara, bangsa kita. Tetapi jangan ikuti cara bunuh diri yang dilakukan prajurit Jepang karena sangat bertentangan dengan budaya, tradisi, dan agama yang dianut oleh Bangsa Indonesia.

Dan perlu diingat "Tidak ada yang menguntungkan dari sebuah Perang". Orang bijak pasti akan memilih ribuan bahkan jutaan cara daripada harus berhadapan dengan perang. 

0 comments